Beranda » Uncategorized » Neoliberalisme di Negara-Negara Amerika Latin

Neoliberalisme di Negara-Negara Amerika Latin

Pengantar

            Kegagalan pembangunan ekonomi yang terjadi di negara-negara Amerika Latin pada sekitar dekade 1970 dan 1980-an  memicu berbagai perdebatan yang melibatkan teoritisi dan pemangku kebijakan di negara-negara yang terletak di kawasan tersebut. Pada satu sisi pemerintah negara-negara Amerika Latin mengklaim bahwa kegagalan pembangunan disebabkan oleh ketidakefektifan campur tangan pemerintah dalam mengatur perekonomian negara. Di sisi yang lain klaim tersebut dibantah oleh beberapa teoritisi ekonomi yang menunjuk jatuhnya sistem Bretton Woods dan penerapan sistem mata uang mengambang sebagai faktor yang berperan besar dalam menyebabkan terjadinya kegagalan ekonomi di negara-negara Amerika Latin. Terlepas dari perdebatan diatas, terjadinya krisis pembangunan ekonomi secara langsung berdampak pada strategi pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah negara-negara Amerika Latin pada tahun-tahun selanjutnya.

Sebelum terjadinya krisis pembangunan, negara-negara Amerika Latin seperti Brazil menetapkan strategi pembangunan yang melibatkan peran aktif pemerintah dalam mengatur perekonomian. Setelah terjadinya krisis, strategi pembangunan  negara-negara Amerika Latin tidak lagi mengizinkan pemerintah untuk terlibat secara aktif dalam perekonomian. Strategi pereduksian peranan pemerintah tersebut secara langsung mengindikasikan pemakaian model pembangunan neoliberal oleh negara-negara Amerika Latin. Secara umum tulisan ini akan mendeskripsikan model pembangunan neoliberal dan pengembangannya oleh negara-negara Amerika Latin sebagai respon atas terjadinya krisis pembangunan ekonomi pada sekitar dekade 1970 dan 1980-an.

 

Neoliberalisme dan penyebarannya

            Sebagai salah satu paham ekonomi, neoliberalisme lahir dari kelompok Kanan Baru di Amerika Serikat sebagai suatu respon atas ketidakefektifan peran pemerintah, dalam mengatasi masalah resesi ekonomi, pengangguran dan inflasi sebagai akibat dari krisis minyak tahun 1973. Secara ideologis paham neoliberal menyerang pandangan penganut Keynesian yang menganjurkan intervensi pemerintah dalam perekonomian. Bagi penganut paham neoliberal, intervensi negara yang mendalam dalam ekonomi merupakan rintangan serius bagi majunya perekonomian[1]. Artinya, paham neoliberal dalam hal ini menginginkan adanya suatu “kompetisi bebas” guna mencapai pertumbuhan ekonomi.

            Penerapan kebijakan yang bersandarkan pada ideologi neoliberal pada mulanya diawali oleh Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher. Baik Reagan maupun Thatcher, selama masa pemerintahannya senatiasa menetapkan kebijakan yang mendukung keberadaan pasar bebas seperti pemangkasan belanja publik dan penurunan laju inflasi. Hasil dari kebijakan kedua pemimpin tersebut mempunyai dampak yang cukup signifikan dalam mengatasi krisis pada saat itu. Selain itu kebijakan insentif-insentif berupa pajak yang rendah bagi perusahaan juga telah mendorong peningkatan secara besar-besaran perusahaan Amerika Serikat yang saat ini telah menjadi perusahaan multinasional yang menguasai pasar dunia[2].

            Setelah era Reagan dan Thatcher, dominasi ide-ide neoliberal terlihat melalui manifestasi kebijakan dalam lembaga-lembaga internasional seperti WTO, IMF, dan Bank Dunia, serta gagasan-gagasan yang tersebar dalam forum-forum ilmiah maupun media massa[3]. Indikator dominannya neoliberalisme semakin terlihat jelas manakala organisasi perdagangan dunia (WTO) berhasil didirikan sebagai hasil dari kesepakatan dalam putaran Uruguay. Dalam perkembangannya ide neoliberal tersebut kemudian dipakai oleh banyak negara berkembang di dunia melalui penetapan berbagai kebijakan yang mendukung keberadaan pasar bebas seperti deregulasi pasar dan privatisasi perusahaan-perusahaan negara.

 

Pengembangan model pembangunan neoliberal di Amerika Latin

Dalam konteks kawasan Amerika Latin, gagasan neoliberal mulai diterapkan sebagai model pembangunan di negara-negara yang terletak di kawasan  tersebut sekitar dekade 1970 dan 1980-an. Penerapan model pembangunan neoliberal tersebut berangkat dari adanya krisis pembangunan yang menimpa negara-negara Amerika Latin pada saat itu. Model pembangunan neoliberal secara umum merupakan pengembangan dari gagasan liberalisme klasik yang menolak adanya peranan pemerintah dalam pembangunan. Neoliberalisme juga percaya bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dicapai sebagai hasil normal dari  kompetisi bebas.

            Di kawasan Amerika Latin model pembangunan neoliberal secara umum dikembangkan melalui berbagai kebijakan pemerintah negara-negara kawasan tersebut yang sejalan dengan ide neoliberal. Hal tersebut dapat dilihat dari kebijakan pembukaan nvestasi asing langsung oleh pemerintah Chile sejak tahun 1974[4]. Selain itu kebijakan deregulasi pasar dan privatisasi perusahaan milik negara juga dilakukan oleh  negara-negara seperti Brazil, Argentina, hingga Meksiko. Di negara Brazil, ide neoliberal mulai diterapkan di negara tersebut dengan membuka diri pada  masuknya investasi asing. Adapun di beberapa negara lain seperti Argentina, Peru, Chile, dan Bolivia, kebijakan reformasi struktural diterapkan sebagai bentuk pengadopsian ide-ide neoliberal[5]. Sedangkan Di kawasan kepulauan Amerika Tengah dan kepulauan Karibia, model pembangunan neoliberal dikembangkan di negara-negara seperti Kosta Rika, Nikaragua, dan Jamaika[6]

 

Kesimpulan

Krisis pembangunan yang melanda negara-negara Amerika Lati pada sekitar dekade 1970 hingga 1980-an membuat negara-negara di kawasan tersebut mengadopsi model pembangunan neoliberal guna memulihkan kondisi perekonomian. Secara umum pengembangan model pembangunan neoliberal di neagra-negara kawasan Amerika latin seperti Brazil, Argentina, maupun Chile, dapat dilihat melalui berbagai kebijakan yang disesuaikan dengan Washington Konsesus seperti liberalisasi perdagangan, deregulasi, hingga  privatisasi perusahaan milik negara di negara-negara tersebut. Dalam perkembangannya efektifitas dan efek dari model pembangunan neoliberal di neagra-negara Amerika Latin  dalam meingkatkan tingkat perekonomian dan kesejahteraan negara-negara di kawasan tersebut kemudian menjadi perdebatan di kalangan para teoritisi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Fakih , Mansour, 2009, Runtuhnya Teori Pembangunan,Jogjakarta: Insist Press

Gilpin, Robert, 2001, Global Political Economy: Understanding The International Economic Order, New Jersey: Princeton University Press

Klak , Thomas, “Globalization, neoliberalism & economic change in Central America & the Caribbean” (Chapter 4) dalam Gwynne & Kay, 2004, Latin America Transformed

Mas’oed, Mohtar, 1990, Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi, Jakarta: LP3ES

Winarno, Budi, 2004, Globalisasi: Wujud Imperialisme Baru Peran Negara dalam Pembangunan, Yogyakarta: Tajiddu Press

 

 

 

 


[1] Budi Winarno, 2004, Globalisasi: Wujud Imperialisme Baru Peran Negara dalam Pembangunan, Yogyakarta: Tajiddu Press, hal 86

[2] Ibid, hal 89

[3] Ibid, hal 91

[4] Gwynne & Kay, “Structural Reform in South America and Mexico: Economic and Regional Perspectives” (Chapter 3), dalam Gwynne & Kay, 2004, Latin America Transformed

[5] Ahmad Erani Yustika, 2004, Reformasi Ekonomi, Konsesus Washington, dan Rintangan Politik, Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. 6, No. 1, Maret 2004

[6] Thomas Klak, “Globalization, neoliberalism & economic change in Central America & the Caribbean” (Chapter 4) dalam Gwynne & Kay, 2004, Latin America TransformedGambar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: